BERBUAH

Yohanes 15:1-8

Kehidupan kita dalam hubungannya dengan Kristus digambarkan dengan begitu akurat
oleh Tuhan Yesus dalam pasal pembacaan ini. Dalam pernyataan Yesus ini kita melihat
bahwa kekristenan yang berbuah merupakan akibat langsung dari hubungan yang intim
dengan Yesus. Yesus berkata bahwa Dia adalah pohonnya sedangkan kita orang percaya
adalah rantingnya. Sebuah hubungan yang tidak dapat disubstitusikan dengan
yang lain. Ranting tidak bisa langsung mendapatkan makanan dari akar. Dari pembacaan
ini kita dapat menarik beberapa hal penting mengenai berbuah.

1.Bapa menghendaki (mencari dan mengharapkan) buah yang maksimal dari hidup
kita. Melibatkan memotong dan membersihkan dalam proses mendapatkan buah.
2.Berbuah adalah akibat hubungan intim dengan pokok anggur (Yesus).
3.Kita cuma punya dua pilihan, Berbuah atau dibuang. Berbuah atau binasa.
4.Kehidupan yang berbuah adalah kehidupan yang mempermuliakan Bapa.

Mengapa berbuah sangat penting bagi kehidupan kekristenan kita, karena jika tidak ada
buah maka kehidupan pasti punah. Kita harus mengerti bahwa di dalam kita telah
diinvestasikan kehidupan Tuhan Yesus Kristus yang pasti akan bertumbuh. Sampai
kemudian menghasilkan buah.
Kebanyakan orang kristen tidak dapat memahami arti dari tinggal di dalam Yesus atau
memiliki hubungan intim dengan Yesus akan menghasilkan buah. Mereka selalu
mengharapkan buah yang instant (seketika).
Hidup yang berbuah adalah suatu proses yang sangat alami dari pengalaman rohani kita.
Dalam pembahasan ini kita akan melihat beberapa proses yang alamiah dari kehidupan
yang berbuah. Arti dari alamiah adalah suatu proses terjadi dengan sendirinya
bukan direkayasa atau direncanakan. Tetapi sebuah akibat natural dari sebuah proses
seperti yang dikatakan dalam Yohanes 15:4.

1)Berbuah sebagai akibat pertumbuhan.
Kadangkala kita tidak menyadari bahwa masalah berbuah seperti yang Tuhan Yesus
katakan adalah hasil natural dari pengalaman kehidupan supernatural yang memakan
waktu. Markus 4:26-29 dalam terjemahan sehari-hari
Ayat ini secara gamblang menunjukkan kepada kita bahwa hal berbuah adalah akibat
dari pertumbuhan. Tapi dengan jelas ayat ini juga memberikan kepada kita prinsip
rohani dari pertumbuhan itu sendiri,
->Pertumbuhan dimulai dengan menjadikan Yesus sebagai Raja. Suatu
keputusan untuk menaklukkan diri kepada kehendak Tuhan Yesus Kristus.

Kenapa kita tidak menghasilkan buah karena kita selalu gagal dalam menjadikan
Yesus sebagai penguasa tunggal dalam kehidupan kita

Kemudian lihat bagaimana dikatakan dalam ayat yang ke-28; “bumi dengan
sendirinya mengeluarkan buah”.
Dapat dikatakan proses terjadi dengan sendirinya tergantung pada tanahnya apakah
tanah itu subur atau tidak.
Markus 4:8,20

->Pertumbuhan sangat membutuhkan tanah yang subur yang adalah ketaatan
kita pada Firman Tuhan. Ketaatan pada Firman Tuhan adalah atmosfir
pertumbuhan.
Yang terakhir dari pertumbuhan adalah bahwa kehidupan kita sebagai pohon yang
bertumbuh harus memiliki kondisi yang baik.
Mazmur 92:13-16
Disinilah kita melihat di mana tertanamnya sebuah pohon akan mempengaruhi
pertumbuhannya. Tertanam berbicara komitment; sebuah kehidupan yang terikat
janji, suatu bentuk kesetiaan kepada kehendak Tuhan dalam kehidupan kita. Dalam
ayat di atas disebut bahwa pohon tersebut tertanam di bait Allah. Punya pengertian
tertanam dalam hadirat Tuhan.

->Pertumbuhan adalah sebuah kehidupan yang terikat terus menerus dalam
hubungannya dengan sumber kehidupan.
Kehidupan yang bersumber dari kasih karunia Tuhan dan bukan karena kita sanggup.
Para rasul berdosa supaya kita bertumbuh dalam kasih karunia.

*Kesimpulan berbuah sebagai akibat pertumbuhan; 1 Kor 13:11*
kalau kita bertumbuh menjadi dewasa kita akan produktif dalam menghasilkan buah.

2)Berbuah sebagai akibat kematian
Yohanes 12:23-26

Semua orang yang mempelajari makhluk hidup yang adalah ciptaan Tuhan akhirnya
akan menemukan sesuatu yang disebut oleh para ilmuwan sebagai “potensi
alamiah”(potensi biotik). Ahli ekologi mendefinisikannya sebagai “kapasitas yang
melekat dalam suatu organisme atau species untuk bereproduksi dan
mempertahankan kelangsungan hidup”.
Konsep ini sama sekali tidak dikenal dalam dunia teknologi. Mesin tidak bisa
melahirkan mesin. (beri contoh antara mesin pembuat kopi, dengan biji atau pohon
kopi= mesin pembuat kopi dapat menghasilkan kopi untuk diminum, tetapi pohon
kopi berbuah bukan saja biji kopi tapi pohon kopi yang lain).
Tapi mengapa harus mati sebagai jalan untuk berbuah?
Sewaktu berurusan dengan proses alam, potensi yang melekat ini(potensi
biotik) perlu memiliki kendali yang bebas. Perbedaan antara potensi alamiah dan
pertumbuhan yang terbukti(baik di laboratorium ataupun di lapangan)disebut tenaga
penghambat lingkungan.
Walaupun jelas bahwa pertumbuhan tidak dapat “dibuat” atau dipaksakan, sangat
penting untuk meminimalkan tenaga penghambat dari lingkungan bagi terciptanya
kondisi yang terbaik untuk pertumbuhan.
Inilah yang Tuhan Yesus maksudkan dengan perkataanNya
Yohanes 12:24

Ini mungkin adalah prinsip yang paling alami dan sekaligus penuh dengan keajaiban.
Ayat di atas adalah ucapan Tuhan Yesus Kristus yang memiliki nilai kebenaran kekal.
Di sini berbuah dalam arti yang lebih luas. Kata yang lebih tepat seperti yang kita
kenal sekarang adalah *Prinsip Pelipatgandaan*
Pengertian kematian di sini adalah kematian bagi diri sendiri dan hidup bagi
Tuhan Yesus. Yang dalam pengertian praktis adalah kehidupan yang
diinvestasikan dalam kehidupan orang lain. Di mana kita tidak mementingkan
diri kita tapi menyerahkan hidup kita untuk orang lain. Bukankah ini adalah roh
Yesus Kristus. Inilah prinsip yang dibawa oleh salib Yesus Kristus.
Yohanes 12:32-33

Perkara berbuah selalu berkaitan dengan kematian dan kehidupan, tidak pernah
terjadi dengan metode atau sistem tetapi kuncinya adalah kehidupan itu sendiri.
Tanpa kehidupan, sistem tersebut tidak ada gunanya. Tetapi, apabila ada kehidupan,
metode dan sistem itu dapat menjadi sangat efektif. Bagian yang menakjubkan dari
proses pertumbuhan alamiah adalah bahwa di dalam proses ini terdapat beberapa
mekanisme yang dapat membantu kehidupan berkembang dan bertumbuh dengan
pesat. Meskipun demikian, masalah terpenting bagi setiap orang kristen adalah
mengupayakan adanya kehidupan yang diperlukan untuk terjadinya pertumbuhan.
Kematian yang menghasilkan buah di sini berhubungan secara spesifik dengan pola
hidup kita. Disini kita melihat bahwa kematian terhadap “tenaga penghambat
lingkungan” akan menghasilkan buah.

->Kematian bagi kedagingan(kehidupan lama atau kehidupan dosa) adalah
masuknya dalam kehidupan yang dipimpin oleh Roh Kudus yang membawa kita
pada kehidupan yang menghasilkan buah Roh Kudus.
Efesus 5:19-23

->Kematian bagi Hukum Taurat(cara-cara legalistik Agama) adalah kehidupan
bagi Tuhan di mana bukan kita lagi yang hidup tapi Yesus yang hidup dalam kita.
Sehingga rupa Kristus(kasih karunia dan kebenaran) menjadi nyata atas kita.
Galatia 2:19-20

->Kematian bagi dunia adalah kehidupan yang diperbaharui terus menerus sampai
segambar dengan Tuhan Yesus.
Kolose 3:5-10 ; Yohanes 2:15-17

Proses pertumbuhan alamiah adalah pertumbuhan yang terikat oleh waktu dan
mengandung penghentian pertumbuhan dalam dirinya sendiri. Organisme
bersangkutan tidak bertumbuh tanpa akhir tetapi bereproduksi, suatu bentuk
pertumbuhan yang melampaui indivualitasnya sendiri.
Semua makhluk hidup ciptaan Tuhan dicirikan dengan kemapuan menghasilkan
buah dan tujuannya sekali lagi tidaklah hal yang lain tapi menghasilkan sifat yang
sejenis dengan kata lain species yang sama.
Pelipatgandaan adalah proses reproduksi yang sam sifatnya di mana kita akan
mengetahui bahwa buah sejati dari pohon pisang bukanlah pisang itu sendiri tetapi
pohon pisang yang lain. Buah sejati dari seorang penginjil bukanlah jiwa baru tapi
penginjil yang baru. Buah sejati dari seorang gembala bukanlah seekor domba
(anggota jemaat) tapi justru gembala yang lain.

3)Berbuah karena kasih karunia
Lukas 13:6-9

Dalam perumpamaan di atas kita menjumpai bahwa sekali lagi Bapa
menghendaki buah. Satu hal yang perlu kita ketahui dari buah adalah bahwa buah itu
kelihatan secara jasmani. Itulah sebabnya kita dapat mengenal seorang berkualitas
atau tidak dari buahnya(Mat 7:15-20). Buah yang kelihatan itu bisa berupa
perkataan, perasaan atau pikiran, sikap mental, tindakan, tingkah laku ataupun reaksi-
reaksi kita terhadap masalah yang datang dalam kehidupan kita. Itulah sebabnya kita
menemukan bahwa Yesus satu kali melihat sebuah pohon yang rindang tapi tidak
berbuah reaksi Yesus adalah mengutuki pohon ara itu
Markus 11:12-14

Perumpamaan dalam Lukas menunjukkan keadaan kehidupan orang kristen yang
mandul(tidak berbuah). Kelihatannya penyebab utamanya adalah tumbuh dalam
tanah yang salah(dasar yang salah). Kita sudah lihat dalam poin 1 bahwa
pertumbuhan sangat ditentukan oleh faktor tanah, dan faktor pohon itu sendiri.
Kehidupan yang tidak berbuah adalah kehidupan yang percuma.
Kehidupan yang berbuah selalu terikat waktu dan Tuhan pun selalu mengerti
mengenai waktu tersebut. Untuk kehidupan yang tidak berbuah Tuhan tetap
memberikan kasih karunia berupa;
->Kesempatan untuk berbuah. Sebagai orang kristen yang tidak berbuah kita
perlu sekali menangkap kesempatan untuk menghasilkan buah. Ingatlah hukum
alam ini bahwa buah selalu muncul pada musimnya. Dan musim itu disebut
musim perubahan. Dan buah yang kita hasilkan seharusnya merupakan tanda kita
masuk dalam musim perubahan.
Pengkhotbah 3:1-11

Kita mengetahui bahwa kunci dari ayat-ayat kontroversial di atas adalah supaya
kita memahami bahwa musim apapun yang kita lewati atas kehendak Tuhan itu
indah pada waktunya dan yang paling penting supaya Tuhan menaruhkan hal-hal
yang kekal dalam kita sebagai buahnya. Apakah hal yang kekal itu? Tidak lain
dan tidak bukan adalah sifat-sifat Tuhan sendiri.(kisah naik mobil hujan-hujan
untuk buah kerendahan hati). Kita perlu mengenali kesempatan untuk berbuah.
Kesempatan untuk berbuah adalah kasih karunia.

->Proses-proses vertilisasi, Pemberian pupuk ini yang dimaksud dengan
diberi pupuk supaya bisa berbuah. Ini biasanya sebuah situasi yang tidak enak
sebuah pengalaman lembah yang akan menghasilkan kerendahan hati
sehingga berhenti dari melakukan kehendak sendiri dan mulai melakukan
kehendak Tuhan.
Pemberian pupuk ini berarit diberi sampah(bhs Inggris menyebutnya DUNK).
Arti rohani dari pemberian pupuk adalah tantangan, oposisi atau hal-hal yang
datang dalam bentuk krisis. Di sinilah kita dituntut bukan melawan oposisi
dengan tenaga kita. Justru kita dapat menggunakan kekuatan oposisi untuk
keuntungan dan kemajuan kita. Kita dapat menggunakan prinsip olahraga
berselancar dan bukan bertinju. Kalau dalam bertinju kita mengumpulkan
tenaga untuk menghantam oposisi kita dan setelah melepaskan pukulan pada
oposisi kita biasanya tenaga kita terkuras, tetapi kalau berselancar kita justru
menggunakan tenaga ombak atau gelombang untuk meluncur diatasnya. Itu
punya pengertian bahwa kita harus menggunakan krisis secara kreatif untuk
dapat berselancar di atasnya yang hasilnya adalah kemajuan kita.

4)Berbuah Karena Menabur.
Ada satu hukum yang tidak akan pernah berhenti berlaku dalam kehidupan ini selama
bumi masih ada dan hukum itu adalah hukum menabur dan menuai. Sebab Tuhan
berfirman:
Kejadian 8:22

Kita hanya menuai apa yang kita tabur. Artinya kita hanya menuai yang sejenis dengan
yang kita tabur. Saudara tidak mungkin menuai anggur kalau saudara menabur durian
misalnya.
Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai tabur tuai ini saya sebaiknya akan membuat
perbedaan yang jelas mengenai hukum tabur tuai ini dibandingkan dengan hukum karma
yang diyakini oleh penganut agama Hindu. Dalam buku “The World Religion” Bruce J. Nicholls
menyatakan hal ini:
Karma adalah “tindakan” atau “perbuatan” yang merupakan suatu penafsiran dari hukum
alamiah tentang sebab akibat di mana setiap tindakan adalah akibat dari suatu sebab dan
pada saatnya akan merupakan sebab dari suatu akibat.
Sesuai dengan hukum karma seseorang bisa saja lahir kembali sebagai dewa, anggota
dari kasta yang tinggi atau rendah bahkan menjadi binatang, sesuai dengan setiap pikiran,
perkataan atau perbuatannya. Setiap orang untuk itu selalu membawa masalahnya,
bahkan mereka adalah masa lalu mereka.
Hukum ini adalah prinsip dari reaksi moral yang berlaku baik untuk hal yang baik
ataupun jahat. Seperti yang ditabur orang itu yang dituainya. Perbuatan jahat menuai
penderitaan dan keterikatan bagi keberadaan manusia sedangkan perbuatan baik
menuntun pada kemerdekaan dari keterikatannya. Seperti hukum ini tidak dapat
dihindarkan dalam alam ini begitu pula hukum ini pasti dalam alam rohani.
Sedangkan dalam Firman Tuhan ada suatu keadaan yang mengubah kehidupan manusia
yaitu pertobatan. Kalau dalam hukum karma keadaan manusia ditentukan oleh manusia
itu sendiri(ciri dari agama) maka dalam Firman Tuhan ada yang disebut dengan
intervensi Tuhan daalm menolong manusia keluar dari masalah dosa dalam kehidupan
mereka. Hukum tabur tuai dalam Alkitab adalah hukum yang menyatakan keadilan Allah
tapi bukan berarti dalam keadilanNya Tuhan tidak lagi berbelaskasihan. Di sinilah kasih
karunia akan sangat berarti.
Sekarang mari kita lihat bagaimana kita berbuah karena menabur;

Apa yang kita tabur?
Kita perlu memperhatikan apa yang kita tabur
Gal 6:7-10

Arti menabur di sini adalah pikiran, perkataan dan tindakan yang kita hasilkan dalam
kehidupan. Ada pernyataan yang berkata menabur pikiran menuai tindakan, menabur
tindakan menuai kebiasaan, menabur kebiasaan menuai karakter dan menabur karakter
menuai dalam kekekalan.
Dalam ayat yang kita baca kita harus perhatikan baik-baik kata ini : jangan sesat! Allah
tidak membiarkan diriNya dipermainkan. Punya pengertian kita semua manusia menabur
di hadapan Tuhan. Untuk itu bersikaplah benar.
Dalam ayat di atas kita harus menabur dalam Roh, punya pengertian bahwa perkataan,
pikiran dan perbuatan kita seharusnya lahir dari kehidupan yang dipimpin atau dikuasai
oleh Roh demikian juga sebaliknya dengan kehidupan kedagingan.
Di sinilah kita perlu sekali untuk membuat keputusan dalam kasih karunia Tuhan untuk
setiap saat dikuasai oleh Roh Kudus.

Bagaimana Kita menabur?
Dengan menunjukkan sikap mental yang baik kepada sesama kita, secara khusus saudara-
saudara seiman.
Berbuat baik kepada sesama yang didasari oleh cinta kepada Tuhan dan cinta pada sesama.
2 Kor 9:6-15

->Kita harus menabur banyak
->Kita harus menabur dengan rela
->Kita harus tahan uji dalam menabur

Buah dari menabur seperti yang Tuhan kehendaki
->Berlimpah dalam Kasih Karunia
->Berkecukupan dalam segala sesuatu
->Berkelebihan dalam berbagai kebajikan
->Diperkaya dalam segala macam kemurahan hati

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: