Cara Membuatnya Bicara

Anda mungkin gemas melihat Si Dia tutup mulut, tak membagi rahasianya dengan Anda. Jangan senewen dulu. Bisa jadi dia hanya gerah menghadapi bombardir pertanyaan interogatif Anda. Coba pakai cara yang lebih manis dan ampuh.

“Pancingan Kodok”
Kalau ingin dia berterus terang, Anda terlebih dulu harus jujur. Bagaimana mau buka mulut, jika dia tahu Anda sendiri sebenarnya berahasia? Pancing dia dengan menceritakan rahasia Anda. Kalau merasa nyaman dengan obrolan yang terjalin, sedikit demi sedikit dia akan bicara. Asal, Anda tahan dan siap mental dengan pengakuannya.

Bertanya Langsung
Lelaki biasanya tidak paham bahasa sindiran. Jadi, daripada sibuk mencari jawaban sendiri, bertanyalah langsung kepadanya apa yang Anda ketahui dari sumbernya. Kalau Anda bertanya secara baik-baik, tidak menuduh, menghakimi dan memberondong seperti petasan, mungkin dia mau lebih terbuka. Yakinkan dia dulu, bahwa pengakuannya tidak akan memengaruhi perasaan Anda padanya. Katakan secara jelas bahwa kebungkamannya mengusik Anda dan itu tidak sehat untuk hubungan berdua.

Rayuan Maut
Lelaki paling tidak tahan kita rayu. Untuk membuka mulutnya, Anda hanya perlu sedikit ilmu merayu. Ajaklah dia ke tempat yang menyenangkan, makan di resto favorit, atau kegiatan menarik lainnya. Bangun komunikasi yang ringan, bercanda, atau bermesraan. Intinya, lancarkan jurus-jurus maut Anda. Ketika dia merasa rileks, ajukan pertanyaan yang diinginkan. Katakan dengan nada ringan bernada pancingan, “Hubungan kamu dengan mantan pasti romantis banget ya, kenapa sih putus, apa sudah enggak sayang lagi?” Karena sudah terbuai dengan servis yang Anda berikan, dia mungkin akan berbicara tanpa rasa tertekan.

Memilih Momen
Terkadang Anda suka melancarkan pertanyaan pada momen yang kurang tepat. Ketika wajahnya terlihat lelah dan kondisinya memang sedang tidak ingin bicara, Anda malah mencecarnya. Wajar saja dia jadi bad mood dan memilih diam. Pilih saat yang pas, ketika wajahnya sedang seperti baru ketiban rezeki, atau saat cuaca hatinya memang cerah. Di saat seperti ini, biasanya informasi akan lebih mudah dikorek.

Ajukan Bukti
Kalau Anda malas berpanjang-panjang bicara, cara yang mudah untuk membuatnya mengaku adalah dengan mengajukan bukti-bukti akurat. Biasanya, kalau sudah kepepet seperti itu, dia tidak bisa lagi berkutik. Apa pun komentar atau dalihnya, tanggapi dengan kepala dingin. Berteriak tidak akan membuatnya bersimpati. Malah, dia akan defensif.

“No Comment”
Ketika dia pada akhirnya mulai membuka percakapan yang menyerempet rahasia yang selama ini ditutupinya, jangan buru-buru berkomentar atau menampilkan ekspresi yang akan membuatnya menghunus kampak perang, apalagi menertawakannya. Kalau Anda melakukan itu, dia pasti serta-merta mengalihkan pembicaraan. Sebaiknya, dengarkan saja ceritanya sampai tuntas. Setelah itu giliran Anda menanggapi. Sekaget apa pun Anda dengan pengakuannya, jangan perlihatkan ekspresi wajah yang berubah drastis. Terkadang mereka takut terbuka karena takut akan reaksi Anda yang berlebihan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: